PKSTV LIVE

Software islami ensiklopedi hadits kitab 9 imam berisi kumpulan hadits dan terjemah

Grup Lokal Bersaing Sehat

[postlink] https://infonasheed.blogspot.com/2012/08/grup-lokal-bersaing-sehat.html[/postlink]
Kelompok Nasyid di Sulsel yang terdata di ANN mencapai 50-an grup. Dari jumlah itu, sebagian masih eksis, sisanya tidak jelas rimbanya. Mereka bersaing sehat seperti Launun, Aligo, dan Sekkyoo.

Menurut Faqih, Launun adalah salah satu ikon nasyid Sulsel dengan genre Acapella. Grup ini mengusung musik religi lewat performa sederhana dan inspiratif. Konsep menghibur mewarnai aksinya, juga dipadu sentuhan spiritul sebagai pesan dalam syairnya.

Prestasi sebagai Grup Vokal Acapella terbaik Indonesia pernah di peroleh dalam event Suara Indonesia oleh Trans TV 2011 serta Top Ten Grup Nasyid terbaik Indonesia pada Festival Nasyid Indonesia Indosiar 2004. "Berbagai penghargaan juga diraih, bukan hanya pada skala lokal, tapi juga Nasional. Dan, kami akan mengejar target penghargaan international," ungkapnya.

Beberapa karya launun telah dipublish disejumlah radio dan stasiun TV. "Hal itu menjadikan Launun sebagai sahabat bagi berbagai stakeholder baik pemerintah, stasiun televisi, organisasi Islam, kalangan kampus maupun instansi swasta, hingga ke berbagai pulau di nusantara," ujar Faqih

Sedangkan Sekkyoo Nasheed A capella merupakan grup baru yang anggotanya adalah siswa SMAN 5 Makassar. Dwika Maharditya, vokalis Nasyid ini mengungkapkan, Sekkyoo yang lahir 2010 ini berasal dari bahasa Jepang yang berarti berdakwah.

Berawal dari perkumpulan remaja masjid Nurut Tarbiyah SMAN 5, terbentuklah tim nasyid yang diberi nama Sekkyoo. "Karena keinginan berdakwah di jalan Allah swt kami membentuk sebuah grup Nasyid yang beranggotakan Fajar, Yusuf, Dwika, dan Zulfadly. Maka kami berdakwah melalui nyanyian yang Islami dan di bawakan secara A capella.

Sekkyoo sempat tiga kali bongkar personel dan sudah meluncurkan satu single yaitu Solli Wa Sallim. Lagu ini dimasukkan ke dalam Album Compilasi ANN Sulsel 2011 yang bertajuk, Pelangi dari Timur," beber Dwika.

Prestasi paling 'waah' saat Juara III Lomba Nasyid Pentas PAI tingkat provinsi. "Lomba ini di awali dengan seleksi untuk mewakili kota Makassar ke tingkat Provinsi. Dan pada akhirnya Sekkyoo berhasil mewakili kota Makassar ke tingkat Provinsi. Di tingkat provinsi Sekkyoo berhasil meraih Juara III. Lomba ini di ikuti sebanya 24 kabupaten se-Sulsel," terangnya.

Sekkyoo merupakan grup Nasyid paling muda yang terdata di ANN Sulsel. Mereka biasa mengisi acara walimahan, seminar, radio, stasiun televisi lokal. "Semoga di status kami yang masih pelajar ini, tidak berhenti untuk mensyiarkan alunan lagu Islami dan terus berdakwah di jalan Allah swt hingga di akhir hayat kami," harapnya.

Aligo juga grup nasyid top di Makassar. Aligo, kata Fahmi, salah satu personelnya, merupakan singkatan dari Al-Kahfi_ILagaligo. Nama ini diambil karena terinspirasi kisah AshabulKahfi yaitu tujuh pemuda yang melarikan diri ke dalam goa untuk mempertahankan keimanan dan ketakwaannya. "Sedangkan kata Ilagaligo terinspirasi dari karya daerah yang mendunia. Sehingga Aligo ingin berjuang layaknya pemuda Kahfi dan berkarya layaknya ILagaligo," akunya.

Iin menambahkan, Aligo mencoba memberikan warna pada kehidupan kreativitas seni dan vokal yang indah sehingga dapat diterima lebih luas oleh berbagai kalangan masyarakat dari berbagai tingkat dan golongan. "Ada pun usaha untuk mewujudkannya, tentu menyesuaikan dengan skala prioritas potensi dan minat yang ada. Dari sinilah kami melangkah dan berkarya mencoba memahat masa depan baru dalam kesenian yang bernafaskan Islam," tandasnya.

Nur Indah Sari, Manager Aligo menambahkan, perkembangan warna dan tema yang mengisi seni suara tak dapat dilepaskan dengan situasi dan kondisi zaman yang mengitarinya. "Sejak awal Aligo mengambil warna acapella sebagai dasar pengembangan musiknya. Dan itu masih tetap dipertahankan hingga kini," ujarnya.

Iin, sapaannya menambahkan, kemampuan kreativitas vokal setiap personil senantiasa dipacu. "Para personil Aligo masih rutin berlatih agar dapat menghasilkan karya nasyid Islami yang inovatif dan berkualitas," tandas mahasiswi Fakultas Psikologi UNM ini.

Hasrin Mannan, personil yang berposisi sebagai perkusi menyebutkan, Aligo yang mengusung bingkai Islami dalam musiknya tentu saja eksis membawakan lagu-lagu yang berisi pesan kebaikan. "Kami juga tak jarang mengangkat lagu kedaerahan sendiri yang notabene mempunyai nilai moral dan sastra yang sangat tinggi di dunia internasional," terangnya.

Iin membeberkan, group nasyid yang terbentuk sejak tahun 2007 ini telah meraih beberapa prestasi. "Antara lain juara I lomba Nasyid Islami se-Sulsel pada 2011, dan masuk finalis Indonesia's got Tallent tahap II Jakarta pada 2010. Kami juga mengisi beragam acara penting. Salah satunya Tauziyah Akbar keluarga besar PLN bersama Ustaz Yusuf Mansyur pada 2010," bebernya. (sam)

Sumber : http://www.fajar.co.id/read-20120803191205-grup-lokal-bersaing-sehat

Share this article :

Posting Komentar

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger